Greenhouse Baja Ringan, Rumah hijau atau biasa disebut Greenhouse adalah sebuah bangunan yang biasanya digunakan untuk budidaya tanaman baik untuk tanaman secara konvensional dengan media tanah atau budidaya modern seperti Hidroponik, Aeroponik maupun Aquaponik.

Greenhouse Baja Ringan

Baca Yuk :

Greenhouse

Greenhouse merupakan suatu kebutuhan penting guna meningkatkan produktivitas atas hasil pertanian. Terutama pada budidaya tanaman sistem hidroponik. Fungsi utamanya antara lain mengatur intensitas sinar matahari terhadap tanaman, pengairan, kelembaban dan suhu udara. Bahan Greenhouse Hidroponik yang digunakan bisa dari kaca, plastik atau paranet.



Greenhouse adalah sebuah bangunan yang berkerangka atau dibentuk menggelembung, diselubungi bahan bening atau tembus cahaya yang dapat meneruskan cahaya secara optimum untuk produksi dan melindungi tanaman dari kondisi iklim yang berubah-ubah . Didalam Greenhouse dilengkapi juga dengan peralatan pengatur temperature dan kelembabanudara serta distribusi air maupun pupuk.

Greenhouse biasanya hanya dimiliki oleh Perguruan Tinggi atau lembaga pendidikan, Balai Penelitian dan perusahaanyang bergerak dibidang bisnis perbenihan, bunga dan fresh market hortikultura.

Dibawah ini merupakan  beberapa fungsi dari greenhouse :

  • Sebagai pelindung dari perubahan cuaca atau  iklim
  • Sebagai pelindung dari air hujan yang dapat merusak tanaman terutama yang masih kecil.
  • Sebagai pelindung dari Panas sinar matahari berlebih seperti ultraviolet yang dapat menyebabkan daun seperti terbakar.
  • Sebagai pelindung dari serangan hama di lingkungan sekitar.
  • Tempat Penyemaian
  • Tempat karantina tanaman tertentu dll.

Tipe-Tipe Greenhouse

Menurut bentuk dan desainnya, tipe greenhouse hidroponik bisa dibagi dalam 3 macam jenis :

Tipe Tunnel

Tipe pertama ini berbentuk setengah lingkaran dan mirip dengan lorong. Kelebihannya antara lain strukturnya lebih kuat karena atapnya berupa lengkungan kearah bawah. Selain itu lebih tahan terhadap terpaan angin. Struktur bangunan hidroponik tipe tunnel yang berbentuk busur dan kakinya yang terpendam dalam tanah mampu menahan bangunan dengan kuat.

Kelemahan greenhouse tipe tunnel terletak pada sistem ventilasinya. Apabila dibuat di daerah tropis harus dilengkapi alat cooling system atau exhaust fan agar sistem pasokan udara lebih mudah diatur.

Tipe Piggy back

Tipe kedua ini sering dinamakan tropical greenhouse dan sangat cocok dipakai di Indonesia yang berhawa tropis. Sistem ventilasi udaranya jauh lebih sempurna sebab dilengkapi struktur bukaan dalam jumlah yang lumayan banyak.

Tapi pada sisi yang lain, jika ada terpaan angin struktur bangunannya kurang kuat menghadapinya. Jadi greenhouse tipe piggy back ini lebih cocok dibuat di daerah-daerah yang hembusan anginnya tidak terlalu kencang.

Tipe campuran

Sesuai namanya, greenhouse tipe campuran merupakan paduan atau hybrid antara tipe tunnel dan piggy back. Semua kelebihan dari kedua tipe tersebut bisa dimasukan semua, sedangkan kelemahannya dapat diminimalkan.

Material Greenhouse

menurut material konstruksi bangunan yang digunakan, greenhouse dapat diklasifikasikan menjadi:

GreenHouse Bambu

Greenhouse dengan material bambu umumnya dipakai sebagai greenhouse produksi. Greenhouse ini secara umum adalah jenis greenhouse yang paling murah biaya pembuatannya dan banyak dipakai oleh kalangan petani kita sebagai sarana produksi.

Namun kelemahan dari greenhouse ini adalah umurnya yang relatif pendek dan bahan materialnya dapat menjadi media timbulnya hama. Karena kekuatan struktur dan juga masalah biaya, maka atap pada greenhouse bambu terbatas dalam menggunakan plastik UV.

GreenHouse Kayu

Greenhouse dengan material kayu jauh lebih baik daripada greenhouse dengan material bambu, terutama jika menggunakan jenis kayu yang tahan air seperti ulin dan bengkirai. Dibanding greenhouse bambu, umur pakai greenhouse kayu biasanya lebih panjang dan kondisi sanitasi lingkungannya lebih baik.

Pada beberapa jenis greenhouse kayu, bagian dinding bawah dibuat dari pasangan bata yang diplester. Bahan atap pada greenhouse kayu sudah lebih bervariasi, bisa plastik, polikarbonat, PVC ataupun kaca.

Greenhouse Baja Ringan

greenhouse baja ringan

greenhouse baja ringan

Greenhouse Baja Ringan yang menggunakan struktur baja ringan merupakan greenhouse terbaik dari segi umur pakai dan kualitas, terlebih jika baja ringan yang digunakan adalah baja yang telah di-treatment dengan metode “hot dipped galvanis”.

Keunggulan Greenhouse Baja Ringan

Struktur yang baik akan mengurangi frekuensi perawatan, sehingga tidak terjadi stagnan kegiatan. Walaupun pada keadaan tertentu perlu dilakukan sanitasi, tetapi sanitasi yang terjadwal. Dengan struktur yang kuat, maka berbagai jenis tambahan peralatan dapat dipasangkan pada greenhouse baja ringan, sehingga penggunaan greenhouse dapat dilakukan secara optimal.

Rangka atap baja ringan tidak hanya digunakan sebagai rangka atap rumah pada umumnya namun juga dapat untuk konstruksi greenhouse atau rumah tanaman. Pembuatan konstruksi greenhouse dengan memakai rangka baja ringan akan lebih memudahkan sistem perawatan plastik (atap plastik) atau kain kasa yang harus diganti setiap 3 hingga 8 tahun sekali (tergantung kualitas atap UV yang dipakai)

Jika dirancang dengan struktur baja ringan, greenhouse dapat dengan sangat mudah untuk dipindahkan. Anda juga dapat menggunakannya di banyak tempat dengan usia puluhan tahun.

Dengan rangka baja ringan untuk pembuatan konstruksi greenhouse selain memudahkan hal di atas juga akan memperpanjang umur bangunan tersebut karena rangka baja ringan yang terstanda mempunyai daya tahan korosi yang lebih baik dari pada sistem cat pada besi atau baja konvensional. Mempercepat pembuatan dan bentuk yang dapat bervariasi merupakan nilai lebih dari sistem konstruksi baja ringan untuk pembuatan greenhouse yang di impikan oleh para pengusaha budidaya tanaman.

Keunggulan Greenhouse Baja ringan terletak pada ketangguhan, sehingga greenhouse tampak lebih kokoh dan elegan. Selain itu didukung juga oleh sifatnya yang bisa pasang-copot. Hanya saja greenhouse baja ringan biayanya lebih mahal .

Alasan utama peningkatan hasil produksi dalam green house adalah keamanan tanaman dari serangan hama. Pengawasan yang Anda lakukan jauh lebih mudah dan intensif. Jika dibandingkan dengan lahan terbuka, maka green house memiliki keunggulan yang jauh lebih baik dalam pengendalian hama, tanpa menggunakan pestisida.




Karena itu greenhouse sangat cocok dikembangkan dalam pertanian organic, dengan kualitas, kuantitas bahkan harga hasil panen yang jauh lebih baik. Penggunaan green house yang didukung dengan model tanam hidroponik sangat membantu meminimalisir hilangnya unsur hara akibat pencucian dan fiksasi.

Greenhouse Bajaringan menjadi alternative penting pertanian modern untuk hasil panen yang jauh lebih baik. Demikian artikel tentang Greenhouse Baja Ringan, semoga bermanfaat.

Baca Yuk :