Jenis Rangka Baja Ringan SNI yang Aman dan Awet. Di tengah maraknya pembangunan rumah dan bangunan ringan di Indonesia, rangka baja ringan semakin sering menjadi pilihan utama. Material ini menawarkan bobot ringan, kekuatan tinggi, serta ketahanan terhadap rayap dan cuaca tropis. Banyak orang kini mencari tahu lebih dalam tentang jenis-jenis rangka baja ringan sebelum memutuskan material yang tepat untuk proyek mereka.
Profil C atau kanal C biasanya menjadi tulang punggung rangka atap. Bentuknya menyerupai huruf C membuatnya mampu menahan beban genteng atau spandek dengan baik. Sementara itu, profil reng berperan sebagai dudukan genteng agar susunan atap tetap rapi dan stabil. Ada juga hollow galvalume yang sering dipakai untuk rangka plafon atau partisi interior.
Selain profil C dan reng, terdapat pula kanal U, profil Z, serta bondek yang masing-masing punya fungsi berbeda. Beberapa jenis lebih cocok untuk struktur utama, sementara yang lain mendukung elemen sekunder. Pemilihan jenis rangka baja ringan biasanya disesuaikan dengan bentang atap, jenis penutup, dan kondisi lingkungan sekitar.
Bahan baku berkualitas sangat menentukan hasil akhir rangka. Coil galvalume yang digunakan untuk memproduksi berbagai jenis rangka baja ringan umumnya memiliki lapisan anti karat yang kuat. PT. Hanlex Asia Semesta (https://www.coilgalvalume.com) menjadi salah satu pemasok coil galvalume, coil galvanis, dan bahan baku baja ringan yang banyak dipakai industri konstruksi di Indonesia.
Dengan memahami perbedaan setiap jenis rangka baja ringan, pemilik rumah maupun kontraktor bisa menyesuaikan pilihan material sesuai kebutuhan. Informasi terbaru dari berbagai sumber kredibel menunjukkan bahwa rangka baja ringan terus berkembang, baik dari segi spesifikasi maupun aplikasinya di lapangan.
Jenis Rangka Baja Ringan SNI yang Aman dan Awet
Memilih rangka atap tidak cukup hanya melihat harga per batang. Di lapangan, material yang terlihat sama-sama tipis dan ringan bisa mempunyai spesifikasi, mutu bahan, lapisan pelindung, hingga kemampuan struktur yang berbeda. Karena itu, memahami Jenis Rangka Baja Ringan menjadi langkah penting sebelum seseorang membangun rumah, merenovasi atap, atau mengerjakan bangunan komersial.
Baja ringan kini semakin sering digunakan sebagai alternatif rangka kayu maupun material baja konvensional. Bobotnya relatif ringan, pemasangannya dapat dilakukan dengan lebih cepat, dan materialnya tidak menjadi makanan rayap. Namun, istilah “baja ringan” sendiri tidak otomatis berarti semua produk mempunyai kualitas yang sama. Spesifikasi produk dan cara pemasangan tetap menentukan keamanan konstruksi.
Ada perkembangan menarik yang perlu diketahui pembaca pada 2026. Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat SNI 8399:2025 Profil Baja Ringan sebagai standar yang berlaku. Kementerian Perindustrian juga menjelaskan bahwa standar tersebut menggantikan SNI 8399:2023 tentang Profil Rangka Baja Ringan. Artinya, pembahasan mengenai baja ringan saat ini tidak lagi cukup hanya mengacu pada istilah atau ukuran yang populer di toko material.
Perubahan tersebut relevan bagi pemilik rumah maupun kontraktor. SNI 8399:2025 mengatur bentuk profil, bahan baku, ketebalan, lapisan pelindung, ukuran, toleransi dimensi, serta metode pengujian. Jadi, pembeli mempunyai dasar yang lebih jelas untuk membedakan material yang memenuhi persyaratan teknis dengan produk yang sekadar menggunakan label “baja ringan”.
Pada akhirnya, rangka yang aman bukan hanya persoalan memilih profil paling tebal. Desain struktur, jarak antarprofil, sambungan, beban penutup atap, kondisi lingkungan, serta keterampilan pemasang ikut menentukan kinerja rangka. Karena itu, mari mengenal Jenis Rangka Baja Ringan secara lebih lengkap, mulai dari bentuk profil sampai cara memilihnya untuk kebutuhan nyata.
Mengenal Standar Baja Ringan Terbaru di Indonesia
Sebelum membahas jenis profil, ada satu hal yang sering terlewat: SNI untuk profil baja ringan sudah mengalami pembaruan.
BSN mencantumkan SNI 8399:2025 dengan judul Profil baja ringan dan statusnya berlaku. Sementara itu, SNI 7971:2013 tentang Struktur Baja Canai Dingin juga masih tercatat berlaku dan menjadi standar terkait untuk perancangan struktur baja canai dingin.
Perbedaannya perlu dipahami. SNI 8399:2025 berfokus pada profil baja ringan sebagai produk, sedangkan SNI 7971:2013 berkaitan dengan struktur baja canai dingin dan persyaratan desainnya. Dengan kata lain, produk yang memenuhi standar material tetap harus digunakan dalam sistem struktur yang dirancang dengan benar.
Beberapa poin penting SNI 8399:2025 antara lain:
- Profil C — digunakan untuk rangka atap, dinding, dan lantai.
- Profil U — banyak digunakan sebagai bagian rangka dinding.
- Profil Z — dapat digunakan dalam sistem rangka atap.
- Profil TH atau Top Hat — dapat menjadi bagian dari sistem rangka atap.
- Ketebalan nominal minimum — SNI 8399:2025 menetapkan minimum 0,40 mm.
- Bahan baku — dapat berasal dari baja lapis seng, aluminium-seng, aluminium-seng-magnesium, atau seng-aluminium-magnesium sesuai persyaratan standar.
- Dimensi dan toleransi — ukuran profil harus memenuhi ketentuan agar proses perakitan dan pemasangan berlangsung sesuai spesifikasi.
Informasi tersebut dipaparkan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian dalam penjelasan mengenai SNI 8399:2025.
Tabel ringkas standar baja ringan
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Standar profil terbaru | SNI 8399:2025 |
| Judul | Profil baja ringan |
| Status | Berlaku |
| Standar sebelumnya | SNI 8399:2023 |
| Bentuk profil | C, U, Z, TH |
| Ketebalan nominal minimum | 0,40 mm |
| Material pelapis | Seng, aluminium-seng, aluminium-seng-magnesium, atau seng-aluminium-magnesium sesuai standar |
| Standar desain terkait | SNI 7971:2013 |
Catatan: ukuran dan ketebalan yang dipilih untuk suatu bangunan tidak seharusnya ditentukan hanya berdasarkan kebiasaan tukang. Perhitungan struktur tetap diperlukan untuk menentukan profil yang sesuai dengan beban dan bentang.
1. Profil C: Jenis Rangka Baja Ringan yang Paling Banyak Dikenal
Ketika masyarakat menyebut baja ringan untuk rangka atap, profil C biasanya menjadi jenis yang pertama kali terlintas. Bentuk penampangnya menyerupai huruf C dan dapat digunakan dalam berbagai bagian sistem rangka.
Profil C dapat berperan sebagai bagian utama rangka, termasuk elemen kuda-kuda, tergantung rancangan struktur. Profil ini memiliki bentuk yang relatif efisien karena geometri penampangnya membantu meningkatkan kemampuan profil terhadap beban dibandingkan lembaran datar dengan berat yang sama.
Dalam praktik pembangunan rumah, profil C sering dipadukan dengan reng dan komponen sambungan untuk membentuk sistem rangka atap.
Poin yang perlu diperhatikan:
- Pilih profil berdasarkan hasil perhitungan, bukan hanya ukuran yang tersedia di toko.
- Periksa ketebalan aktual dan spesifikasi produk.
- Pastikan material mempunyai bukti kesesuaian standar.
- Perhatikan kualitas lapisan antikarat.
- Jangan mengurangi jumlah batang hanya demi menghemat biaya.
- Pastikan sambungan menggunakan jenis dan jumlah pengikat sesuai rancangan.
Contoh sederhananya terlihat pada pembangunan rumah tinggal. Pemilik rumah mungkin berpikir bahwa menggunakan profil yang lebih tebal otomatis membuat atap lebih aman. Padahal, jika konfigurasi kuda-kuda, jarak antarbatang, sambungan, dan distribusi beban tidak benar, profil yang lebih tebal sekalipun tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan struktur.
Di sinilah pentingnya membedakan antara material yang kuat dan sistem rangka yang dirancang dengan benar.
2. Profil U untuk Rangka Dinding dan Bagian Pendukung
Profil U merupakan salah satu bentuk yang diatur dalam SNI 8399:2025. Dalam sistem konstruksi baja ringan, profil ini dapat digunakan sebagai bagian rangka dinding.
Profil U umumnya bekerja sebagai elemen yang berpasangan dengan profil lainnya. Dalam pekerjaan rangka dinding, misalnya, profil tersebut dapat menjadi bagian dari jalur atau dudukan bagi elemen vertikal.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Sesuaikan profil dengan fungsi konstruksinya.
- Pastikan ukuran profil cocok dengan elemen yang dipasangkan.
- Periksa kelurusan profil sebelum instalasi.
- Hindari profil yang mengalami deformasi berat.
- Gunakan sambungan yang sesuai dengan sistem konstruksi.
- Jangan menyamakan kebutuhan rangka dinding dengan rangka atap.
Kesalahan yang cukup umum adalah menganggap seluruh profil baja ringan bisa dipakai untuk semua bagian bangunan. Padahal setiap profil memiliki geometri dan fungsi yang berbeda.
Karena itu, memahami Jenis Rangka Baja Ringan bukan sekadar menghafal nama profil. Yang lebih penting adalah mengetahui posisi dan fungsi masing-masing elemen dalam satu kesatuan struktur.
3. Profil Z untuk Sistem Rangka Atap
Profil Z juga termasuk bentuk profil yang dibahas dalam SNI 8399:2025. Bentuknya memungkinkan profil digunakan pada konfigurasi tertentu dalam sistem rangka atap.
Dalam konstruksi, profil Z dapat dimanfaatkan pada sistem yang membutuhkan karakteristik penampang tertentu. Penggunaannya harus mengikuti desain dan perhitungan yang sesuai, terutama ketika bangunan mempunyai bentang atau beban yang tidak sederhana.
Beberapa pertimbangan sebelum menggunakan profil Z:
- Perhatikan arah pemasangan profil.
- Pastikan sambungan direncanakan dengan baik.
- Periksa kemungkinan terjadinya tekuk.
- Sesuaikan profil dengan beban yang bekerja.
- Pertimbangkan kondisi lingkungan dan potensi korosi.
- Jangan mengubah konfigurasi profil tanpa perhitungan.
Profil Z menunjukkan bahwa dunia baja ringan sebenarnya lebih luas daripada sekadar “kaso dan reng”. Perkembangan standar terbaru juga memperlihatkan bahwa industri semakin membutuhkan profil yang lebih beragam untuk menyesuaikan kebutuhan konstruksi.
4. Profil TH atau Top Hat
Profil TH atau Top Hat merupakan bentuk profil lain yang masuk dalam SNI 8399:2025. Namanya berasal dari bentuk penampang yang menyerupai topi.
Profil ini dapat digunakan sebagai bagian dari sistem rangka atap. Seperti profil lainnya, penggunaannya harus disesuaikan dengan fungsi dan desain struktur.
Hal-hal penting yang perlu diperhatikan:
- Pastikan profil sesuai dengan rancangan.
- Jangan mengubah bentuk profil di lapangan secara sembarangan.
- Periksa kualitas permukaan dan lapisan pelindung.
- Pastikan titik sambungan berada pada lokasi yang benar.
- Gunakan pengikat sesuai spesifikasi.
- Perhatikan kemungkinan kontak dengan material berbeda yang dapat memicu masalah korosi.
Bagi masyarakat umum, profil TH mungkin belum sepopuler profil C. Namun, keberadaannya dalam standar terbaru menunjukkan bahwa penggunaan baja ringan berkembang mengikuti kebutuhan konstruksi yang semakin beragam.
5. Reng Baja Ringan sebagai Bagian Penting Sistem Atap
Selain profil utama, ada elemen yang sering dianggap sederhana tetapi mempunyai fungsi penting, yaitu reng.
Reng menjadi tempat bertumpunya penutup atap sesuai jenis sistem yang digunakan. Karena itu, jarak pemasangan reng tidak bisa dibuat berdasarkan perkiraan semata.
Beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Jarak reng harus disesuaikan dengan jenis penutup atap.
- Beban genteng atau penutup atap perlu diperhitungkan.
- Reng harus terpasang lurus dan stabil.
- Sambungan tidak boleh dilakukan sembarangan.
- Jangan mengabaikan beban tambahan seperti plafon atau instalasi tertentu.
- Kondisi lingkungan tetap perlu diperhitungkan.
Dalam pekerjaan rumah tinggal, masalah atap kadang baru terlihat setelah bangunan digunakan. Genteng bergeser, bagian tertentu melendut, atau sambungan mulai bermasalah bisa saja berkaitan dengan kesalahan pemasangan, bukan semata-mata karena baja ringannya.
Karena itu, sistem rangka harus dipandang sebagai satu kesatuan dari kuda-kuda, reng, sambungan, penutup atap, hingga struktur pendukungnya.
Mengapa Baja Ringan SNI Penting?
Label SNI bukan sekadar tulisan yang membuat produk terlihat lebih meyakinkan. Standar dibuat untuk menetapkan persyaratan tertentu sehingga kualitas produk dapat diperiksa dengan parameter yang jelas.
Kementerian Perindustrian menjelaskan bahwa SNI 8399:2025 mencakup aspek bahan baku, mutu, dimensi, toleransi, hingga metode pengujian. Standar tersebut juga ditujukan untuk membantu produsen, konsumen, pelaku konstruksi, dan lembaga pengujian memiliki acuan teknis yang sama.
Manfaat yang dapat dirasakan konsumen antara lain:
- Kualitas lebih terukur — produk tidak hanya dinilai berdasarkan penampilan.
- Spesifikasi lebih jelas — dimensi dan toleransi memiliki acuan.
- Perlindungan terhadap korosi — lapisan pelindung menjadi bagian dari persyaratan.
- Pemilihan material lebih mudah — pembeli dapat meminta bukti kesesuaian.
- Risiko penggunaan produk tidak sesuai spesifikasi dapat dikurangi.
Namun, ada satu catatan penting: SNI pada produk bukan berarti seluruh bangunan otomatis aman.
Konstruksi tetap membutuhkan desain, perhitungan beban, pemasangan yang tepat, sambungan yang benar, dan pemeriksaan di lapangan.
Cara Memilih Jenis Rangka Baja Ringan yang Tepat
Bagi pemilik rumah, memilih baja ringan sebaiknya dimulai dari kebutuhan bangunan, bukan dari harga termurah.
Gunakan beberapa langkah berikut:
- Tentukan jenis penutup atap
Genteng beton, genteng keramik, metal, atau jenis penutup lainnya mempunyai berat berbeda.
- Ketahui bentuk dan kemiringan atap
Atap pelana, limasan, perisai, dan desain lainnya menghasilkan konfigurasi struktur berbeda.
- Periksa bentang
Semakin besar bentang, semakin penting perhitungan struktur yang tepat.
- Perhatikan lingkungan
Bangunan di daerah dengan kelembapan tinggi, udara laut, atau lingkungan korosif membutuhkan perhatian lebih terhadap perlindungan material.
- Cek spesifikasi produk
Jangan hanya bertanya, “Ini baja ringan SNI?” Mintalah informasi produk, spesifikasi teknis, dan bukti sertifikasi yang relevan.
- Pastikan pemasang memahami sistem rangka
Material berkualitas dapat kehilangan manfaatnya jika dipasang tanpa mengikuti rancangan.
- Jangan mengganti spesifikasi secara sepihak
Jika rancangan membutuhkan profil tertentu, jangan menggantinya dengan profil lain hanya karena harganya lebih murah.
Tren dan Berita Terbaru Baja Ringan 2026
Pembahasan baja ringan pada 2026 semakin menarik karena bukan hanya harga material yang menjadi perhatian, tetapi juga standardisasi dan kompetensi tenaga konstruksi.
Pada September 2026, Dinas PUPR Kabupaten Jombang melaksanakan pelatihan dan uji kompetensi tukang pemasang rangka baja ringan. Kegiatan tersebut diikuti 34 peserta dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan serta kompetensi tenaga kerja konstruksi.
Menurut saya, perkembangan ini justru salah satu hal yang paling penting untuk diperhatikan konsumen. Selama ini pembicaraan tentang baja ringan sering berhenti pada ketebalan dan harga per batang. Padahal, orang yang memasang rangka juga berperan besar terhadap hasil akhir.
Tren industri juga terlihat dari pengembangan fasilitas produksi baja ringan di Aceh. PT Pembangunan Aceh melaporkan pengembangan pabrik baja ringan di Kawasan Industri Aceh dengan kapasitas hingga 2.000 ton per bulan. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor konstruksi sekaligus meningkatkan kapasitas industri lokal.
Ini menunjukkan bahwa baja ringan tidak lagi sekadar material alternatif untuk rumah sederhana. Rantai industrinya berkembang, mulai dari bahan baku, manufaktur, standardisasi, distribusi, sampai peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Update Harga Baja Ringan 2026: Jangan Hanya Melihat Angka Murah
Harga baja ringan sangat bergantung pada merek, ukuran, ketebalan, lokasi, volume pembelian, dan kondisi pasar.
Sebagai gambaran, beberapa publikasi harga pada 2026 menunjukkan variasi yang cukup lebar. Salah satu daftar harga September 2026 mencantumkan kanal C 0,65 mm sekitar Rp105.000 per batang, 0,70 mm sekitar Rp110.000, 0,75 mm sekitar Rp115.000, dan 1,00 mm sekitar Rp150.000 untuk panjang 6 meter. Harga reng yang tercantum berada di kisaran Rp50.000–Rp55.000 per batang, tergantung ketebalan.
Sumber lain pada periode September 2026 mencantumkan kisaran harga berbeda untuk produk dan merek tertentu. Hal ini memperlihatkan bahwa angka harga tidak dapat dianggap sebagai harga nasional tunggal.
| Komponen | Contoh spesifikasi | Kisaran yang ditemukan pada 2026 |
|---|---|---|
| Kanal C | 0,65 mm, 6 m | sekitar Rp102.000–Rp105.000/batang |
| Kanal C | 0,70 mm, 6 m | sekitar Rp107.000–Rp110.000/batang |
| Kanal C | 0,75 mm, 6 m | sekitar Rp112.000–Rp115.000/batang |
| Kanal C | 1,00 mm, 6 m | sekitar Rp147.000–Rp150.000/batang |
| Reng | 0,40 mm, 6 m | sekitar Rp47.000–Rp50.000/batang |
| Reng | 0,45 mm, 6 m | sekitar Rp52.000–Rp55.000/batang |
Catatan: tabel ini merupakan gambaran dari sumber harga yang dipublikasikan pada 2026, bukan patokan harga resmi nasional. Harga di toko atau daerah lain dapat berbeda.
Pengalaman yang sering terjadi di proyek adalah konsumen membandingkan dua penawaran hanya dari total biaya. Cara tersebut cukup berisiko. Penawaran Rp X per meter persegi belum tentu mempunyai isi pekerjaan yang sama.
Karena itu, sebelum membandingkan harga, samakan dulu spesifikasinya: profil, ketebalan, jumlah material, jenis penutup atap, sambungan, pemasangan, transportasi, dan pekerjaan tambahan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memasang Baja Ringan
Baja ringan memang praktis, tetapi bukan berarti bisa dipasang tanpa perhitungan.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari:
- Menggunakan profil tanpa mengetahui spesifikasi teknisnya.
- Mengurangi jumlah kuda-kuda untuk menekan biaya.
- Mengubah jarak rangka tanpa perhitungan.
- Menggunakan sekrup atau sambungan yang tidak sesuai.
- Memotong profil sembarangan.
- Membiarkan bagian baja tergores atau rusak tanpa pemeriksaan.
- Tidak memperhitungkan beban tambahan.
- Menganggap ketebalan sebagai satu-satunya indikator kualitas.
- Memilih tukang hanya berdasarkan harga termurah.
- Tidak melakukan pemeriksaan akhir setelah pemasangan.
Salah satu prinsip sederhana yang layak diingat adalah: material, desain, sambungan, dan pemasangan harus bekerja sebagai satu sistem.
Bagaimana Menilai Baja Ringan Berkualitas?
Ketika berada di toko material, jangan hanya melihat warna atau bentuk profil. Ada beberapa informasi yang lebih penting.
Checklist pembelian:
- Nama produsen jelas.
- Spesifikasi profil tersedia.
- Tebalan material jelas.
- Jenis bahan pelapis diketahui.
- Bukti sertifikasi atau kesesuaian SNI dapat ditelusuri.
- Profil tidak mengalami kerusakan fisik berat.
- Permukaan tidak menunjukkan korosi yang tidak semestinya.
- Panjang dan dimensi sesuai pesanan.
- Dokumen teknis tersedia jika diperlukan.
- Pemasangan mengikuti rancangan struktur.
Untuk proyek yang lebih besar, dokumentasi material sebaiknya disimpan. Langkah sederhana ini berguna ketika dilakukan pemeriksaan, penggantian material, atau evaluasi proyek di kemudian hari.
FAQ Jenis Rangka Baja Ringan
1. Apa saja jenis rangka baja ringan?
Berdasarkan bentuk profil yang dijelaskan dalam SNI 8399:2025, terdapat profil C, U, Z, dan TH atau Top Hat. Masing-masing memiliki fungsi dan penerapan yang berbeda dalam sistem konstruksi.
2. Apakah baja ringan SNI pasti aman?
Produk yang memenuhi standar memberikan acuan mutu dan persyaratan teknis yang lebih jelas. Namun keamanan konstruksi tidak hanya bergantung pada produk. Perencanaan struktur, sambungan, beban, dan kualitas pemasangan tetap menentukan.
3. Berapa ketebalan minimal baja ringan menurut SNI terbaru?
Kementerian Perindustrian menjelaskan bahwa SNI 8399:2025 menetapkan ketebalan nominal minimum profil baja ringan sebesar 0,40 mm. Namun, bukan berarti semua struktur boleh menggunakan ketebalan minimum tersebut. Pemilihan profil harus disesuaikan dengan kebutuhan dan perhitungan struktur.
4. Apa beda profil C dan profil U?
Profil C mempunyai penampang menyerupai huruf C dan banyak digunakan sebagai elemen rangka, termasuk dalam sistem rangka atap. Profil U memiliki bentuk menyerupai huruf U dan dapat digunakan dalam sistem rangka dinding. Fungsi akhirnya tetap bergantung pada desain konstruksi.
5. Apakah baja ringan lebih awet daripada kayu?
Baja ringan memiliki keunggulan karena tidak dimakan rayap dan tidak mengalami pelapukan biologis seperti kayu. Namun, daya tahan baja ringan tetap dipengaruhi oleh kualitas material, perlindungan terhadap korosi, kondisi lingkungan, serta cara pemasangan dan perawatannya.
Kesimpulan
Memahami Jenis Rangka Baja Ringan penting sebelum menentukan material untuk rumah maupun bangunan lainnya. Profil C, U, Z, dan TH mempunyai bentuk serta fungsi yang berbeda, sehingga pemilihannya sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan harga atau kebiasaan pemasangan di lapangan.
Hal yang tidak kalah penting adalah mengikuti perkembangan standar. Pada 2026, SNI 8399:2025 tercatat berlaku di BSN dan menjadi standar terbaru untuk profil baja ringan, menggantikan SNI 8399:2023. Standar ini memberikan pengaturan lebih jelas mengenai bentuk profil, bahan baku, ketebalan, lapisan pelindung, dimensi, toleransi, serta pengujian.
Bagi konsumen, pendekatan paling masuk akal bukan mencari baja ringan yang sekadar paling murah atau paling tebal. Pilih material dengan spesifikasi yang jelas, gunakan desain struktur yang sesuai, pastikan sambungan dikerjakan dengan benar, dan percayakan pemasangan kepada tenaga yang memahami sistem rangka baja ringan.
Dengan cara tersebut, baja ringan bukan hanya menjadi material yang ringan dan praktis, tetapi dapat menjadi bagian dari sistem konstruksi yang direncanakan secara lebih terukur, efisien, dan berorientasi pada penggunaan jangka panjang.
Konsultasi Material Baja Ringan
Untuk kebutuhan material baja ringan, coil, galvalume, maupun informasi produk untuk kebutuhan konstruksi, Anda dapat mengenal lebih lanjut produk dan layanan dari PT. Hanlex Asia Semesta melalui:
Sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kebutuhan spesifikasi material dengan penyedia agar produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan proyek, bukan sekadar berdasarkan harga per batang.
Jenis Rangka Baja Ringan SNI yang Aman dan Awet
Coil Galvalume PT. Hanlex Asia Semesta
PT. Hanlex Asia Semesta adalah perusahaan trading & supplier berpengalaman untuk pasar domestik Indonesia, yang saat ini fokus pada produk besi baja berupa coil sebagai bahan baku rangka atap dan bangunan pada konstruksi properti di Indonesia.
Kami menjaga dan menumbuhkan kerjasama bisnis dengan customer yang ada serta terus menjalin hubungan kerjasama dengan customer baru di industri besi baja secara nasional.
Kami terus mengembangkan kerjasama bisnis bidang besi baja di industri konstruksi properti nasional dengan kualitas produk sesuai standar nasional dan peningkatan pelayanan kerjasama yang berkesinambungan dengan pertumbuhan serta kemajuan properti nasional Indonesia.
Visi
Menjadi salah satu perusahaan trading dan supplier besi baja terbaik di Indonesia.
Misi
Kami berusaha menjadi yang terbaik untuk pertumbuhan perusahaan dan pelanggan kami seiring perkembangan kebutuhan properti nasional yang kami akan dukung terus dengan peningkatan pelayanan dan produk baru yang sesuai perkembangan teknologi, kualitas bangunan, dan peraturan standar nasional secara berkelanjutan ke depannya.
Penawaran Kami
Produk Berkualitas Tinggi
PT. Hanlex Asia Semesta memproduksi berbagai macam produk yang memenuhi standar nasional paling berkualitas. Pemasok baja paling efisien, terpercaya & paling dapat diandalkan.
PT. Hanlex Asia Semesta
Pilihan utama untuk industri & konstruksi.
Pelayanan Kami
Kualitas, Kepuasan Pelanggan, Efisiensi & Kepercayaan
Phone / WA / SMS :
Agung : +6287824591024
Frenddy : +6285262899524
Alex : +628118200309
Hendry Zaputra : +6285216011122