Tips Memilih Baja Ringan Agar Hasilnya Tidak Mengecewakan. Mencari baja ringan dengan keunggulan tersebut memang gampang-gampang susah. Apalagi sekarang pilihan merknya cukup banyak. Nah, agar pemilihan baja ringan ini bisa lebih mudah, ada baiknya Anda memperhatikan sejumlah tips di bawah ini sebelum membelinya.

Baja ringan hingga saat ini telah dimanfaatkan dalam banyak hal. Misalnya sebagai pembuatan rangka plafon, tiang, rangka atap, rak, pintu, partisi bahkan untuk kusen. Jika Anda ingin membuat salah satunya, harap memilih merk baja ringan yang kualitasnya sudah terbukti bagus ya.

Tips Memilih Baja Ringan Agar Hasilnya Tidak Mengecewakan

Baja ringan menjadi salah satu material konstruksi yang kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia saat membangun rumah. Biasanya, jenis baja ini dipakai untuk atap sebuah bangunan. Dibanding dengan atap jenis kayu, tentunya baja ringan lebih efektif dan kuat saat digunakan.

Sebelum membeli baja ringan, ada baiknya setiap orang memperhatikan jenis dan harganya. Sebab, saat ini banyak ditemukan berbagai jenis baja ringan dengan keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu, pastikan untuk mencari tahu jenis baja ringan yang sesuai dengan keinginan Anda.

Jenis-jenis Baja Ringan

Baca Yuk :

Ada beberapa jenis baja ringan yang kerap kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana setiap jenis baja ringan memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Berikut jenis-jenis baja ringan dan penjelasannya.

Galvalum

Salah satu jenis baja ringan yang cukup populer di Indonesia adalah galvalum. Jenis baja ini merupakan aluminium dengan komposisi 55 persen. Sedangkan, unsur zinc bisa mencapai 43,5 persen, sisanya pelapis lain seperti silicon.

Ada banyak keunggulan dari galvalum, salah satunya kekuatan dan ketahanan terhadap korosi yang lebih baik. Meski begitu, harga galvalum sendiri di pasaran cukup mahal.

Galvanis

Galvanis merupakan salah satu jenis baja ringan yang sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Baja ini melewati proses galvanisasi atau pelapisan dengan seng. Jenis baja ringan ini mengalami proses finishing dan coating 98 persen dan 2 persen aluminium.

Adapun fungsi atau zinc ini sebagai perlindungan terhadap korosi. Hanya saja, seiring pemakaian baja ini tetap dapat mengalami korosi. Kendati demikian, harga baja ringan ini lebih terjangkau daripada jenis baja lainnya.

Zincalume

Jenis baja ringan selanjutnya, yaitu zincalume. Baja ini merupakan salah satu jenis baja lapis yang terdiri dari logam campuran, yakni 45 persen seng dan 55 persen aluminium. Proses pembuatan jenis baja ini memanfaatkan teknologi tinggi dan komposisi yang akurat sehingga memiliki kualitas yang super.

Tidak hanya tahan terhadap suhu tinggi dan juga korosi, zincalume juga memiliki harga yang cukup terjangkau. Untuk itu, bagi Anda yang sedang memilih baja ringan, tidak ada salahnya untuk membeli jenis baja ini.

Kekurangan dan Kelebihan Baja Ringan

Ada banyak sekali kelebihan baja ringan, salah satunya memiliki sifat anti karat dan anti rayap. Material baja ringan memiliki sifat anti rayap karena dalam proses pembuatannya menggunakan campuran logam. Hal ini yang kemudian akan memudahkan Anda dalam masalah perawatan.

Selain itu, proses pemasangan baja ringan pun sangat mudah. Bobotnya yang ringan akan membuat baja ringan mudah dalam proses pemasangan dan tidak membutuhkan tenaga khusus.

Meski memiliki banyak kelebihan, bukan berati baja ringan tidak memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan dari baja ringan adalah harganya yang mahal. Harga baja ringan biasanya per 6 cm nya dijual dengan harga mulai dari Rp30 ribu hingga Rp120 ribu.

Tak hanya itu, baja ringan juga rentan terbawa angin. Maka dari itu, dalam proses pemasangan harus benar-benar sesuai dengan standard bangunan dan menggunakan jasa ahli yang sudah berpengalaman.

1. Pilih yang Dilengkapi dengan Pelindung Karat

Pertama, Anda harus memilih baja ringan yang sudah dilengkapi dengan pelindung karat. Pelindung karat ini akan lebih bagus bila mengandung Aluminium Zinc dibandingkan dengan hanya mengandung Zinc saja.

Selain itu, semakin tebal pelindung karat tersebut, maka akan semakin bagus pula ketahanannya. Lapisan pelindung karat ini juga mempunyai masa ketahanan yang bisa dilihat pada kode printing di bagian permukaan produk.

2. Pilih yang Ketebalannya Sesuai dengan SNI

Baja ringan mempunyai ketebalan yang beragam. Tentu saja di sini Anda bebas memilihnya. Akan tetapi yang harus dipahami ialah semakin tebal baja dasarnya, maka semakin kuat baja ringan itu dalam menopang bebannya.

3. Lakukan Uji Sederhana untuk Mengetes Kualitas Baja Ringan

Soal ketebalan baja ringan bisa diketahui dengan mengamati kode printing. Namun bila kode ini tidak diketahui, Anda bisa melakukan uji sederhana, yakni uji berat. Ukur berat sampel baja ringan untuk memastikan beratnya itu sesuai dengan Standar Nasional Indonesia atau tidak.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan uji tekuk. Baja ringan yang bagus ialah yang susah ditekuk. Sedangkan baja ringan yang mudah ditekuk adalah baja ringan ringkih dan sebaiknya tidak Anda pilih.

Tips Memilih Baja Ringan Agar Hasilnya Tidak Mengecewakan

Baca Yuk :