Cremona Baja Ringan Indonesia. Cremona dalam konstruksi baja ringan merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi. Namun bagi sebagian orang, istilah cremona masih cukup asing. Bahkan, tidak sedikit pula yang salah kaprah dalam mengartikannya.


Baja ringan terbuat dari baja dengan kekuatan yang baik tapi memiliki bobot yang ringan. Tentu saja baja ringan ini semakin diminati karena memiliki banyak keuntungan dibanding dengan baja konvensional atau kayu pada umumnya.

Dalam era konstruksi modern, salah satu inovasi yang semakin menarik perhatian adalah penggunaan konstruksi baja ringan cremona. Cremona terkenal sebagai bahan yang bisa memberikan hasil akhir yang memuaskan, baik dalam hal penampilan maupun ketahanan untuk pembuatan kanopi untuk teras.

Semakin berkembangnya zaman, semakin inovatif pula bahan-bahan yang digunakan dalam membangun sebuah rumah. Salah satunya adalah dengan menggunakan baja ringan. Baja ringan sendiri biasa digunakan sebagai atap sebuah rumah, tak jarang baja ringan dibuat sebagai kanopi model cremona untuk teras rumah.

Apa Itu Cremona Baja Ringan?

Cremona baja ringan adalah salah satu tipe rangka atap yang terbuat dari baja ringan. Struktur satu rangka cremona terdiri dari dua batang baja ringan yang terhubung oleh batang pendek, membentuk pola tangga. Selanjutnya, di antara bagian yang lebih pendek, terdapat batang diagonal.

Bangunan minimalis dan fungsional lebih cenderung menggunakan atap cremona karena desainnya yang simpel namun tetap kokoh. Selain itu, atap cremona menampilkan bentuk menariknya meskipun strukturnya sedikit lebih kompleks. Meski kompleks, cremona terkenal karena memiliki kekuatan yang lebih superior jika dibandingkan dengan pemasangan rangka ganda.

Bentuk Rangka Atap Cremona

Bentuk rangka atap cremona menyerupai tangga. Dalam satu rangka, dua batang baja ringan dihubungkan oleh batang pendek, menciptakan struktur yang mirip tangga. Selain itu, terdapat batang diagonal di antara bagian yang lebih pendek. Oleh karena itu, kekuatan rangka ini sangatlah signifikan, terlebih lagi setelah melalui pengukuran yang sangat teliti.

Baca Juga :  Coil Galvalume Bandung

Kelebihan Atap Cremona

Dikenal dengan ketangguhannya, rangka atap cremona memiliki keunggulan yang membedakannya dari rangka atap lainnya:

Membantu Mengurangi Beban Struktur Bangunan

Baja ringan, dikenal karena bobotnya yang enteng, secara efektif membantu mengurangi beban struktur bangunan di atasnya. Penerapan material ini pada rangka cremona membuat struktur atap menjadi lebih ringan, mengurangi beban pada seluruh struktur bangunan di bawahnya. Dengan kata lain, bangunan tersebut tidak perlu menahan beban yang berlebihan.

Memiliki Tampilan Menarik

Kelebihan lain dari rangka atap cremona adalah strukturnya yang rapi, memberikan tampilan yang menarik. Kesan estetis yang dimilikinya seringkali membuat rangka cremona diekspos tanpa perlu penutup tambahan, menciptakan sentuhan visual yang unik dan menyimpan potensi penghematan biaya.

Dapat Diaplikasikan Dalam Berbagai Jenis Bangunan

Selain kelebihan tampilan yang menarik, rangka atap cremona juga dapat diaplikasikan pada berbagai bentuk bangunan. Misalnya, digunakan untuk kanopi pada rumah tinggal atau bahkan pabrik. Fleksibilitas pemasangan cremona baja ringan membuatnya populer di berbagai konteks arsitektur, menjadi pilihan ideal bagi mereka yang mencari alternatif inovatif untuk berbagai jenis bangunan.

Ukuran rangka atap cremona disesuaikan dengan luas bangunan dan jenis baja ringan yang dipilih. Sebagai ilustrasi, baja ringan tipe taso memiliki panjang 6 meter dengan tinggi 7,5 cm dan ketebalan 0,75 mm – 1 mm, serta lebar kaki sekitar 3,5 cm. Sementara itu, baja ringan tipe hollow, umumnya digunakan untuk pemasangan plafon, memiliki panjang sekitar 4 meter. Baja ringan tipe kanal C memiliki tinggi 7 mm, lebar 75 mm, dan panjang 6 meter.

Tidak hanya ukuran, tetapi mengetahui jarak kuda-kuda yang ideal juga sangat krusial agar rangka atap baja ringan cremona kokoh dan tetap estetik. Terdapat pandangan umum bahwa jarak kuda-kuda yang rapat dapat meningkatkan kekokohan dan stabilitas rangka atap. Meskipun pandangan ini tidak salah, namun perlu diingat bahwa pemilihan jarak kuda-kuda yang lebih rapat bisa memerlukan biaya lebih besar. Oleh karena itu, memahami jarak kuda-kuda yang ideal sangat penting.

Baca Juga :  Ini Strategi Usaha Baja Ringan Agar Bertahan di Masa Pandemi

Berdasarkan ketebalan, jarak kuda-kuda yang dapat diaplikasikan pada konstruksi bangunan berkisar antara 80 cm hingga 1,2 m untuk baja ringan dengan ketebalan 0,75 mm. Sementara untuk ketebalan 1 mm, jarak idealnya adalah sekitar 1 m – 1,6 m. Selain ketebalan baja ringan, jarak kuda-kuda juga dapat dipengaruhi oleh jenis genteng yang akan dipasang. Berikut adalah penjelasannya:

  1. Jarak kuda-kuda 1,2 m dan reng 265 mm untuk genteng keramik dengan kemiringan 30 derajat.

  2. Jarak kuda-kuda 1,2 m dan reng 250 mm untuk genteng beton.

  3. Jarak kuda-kuda 1,6 m dan 1,8 m untuk genteng metal dengan kemiringan hingga 30 derajat.

Cara Menghitung Kebutuhan Cremona Baja Ringan

Menghitung kebutuhan baja ringan untuk rangka atap tidaklah sulit, tetapi memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi untuk menghindari kesalahan. Untuk memperoleh perkiraan kebutuhan baja ringan, langkah awalnya adalah menghitung volume rangka yang disesuaikan dengan dimensi bangunan.

Perhitungan volume atap baja ringan dapat dilakukan menggunakan rumus berikut:

Perhitungan volume atap baja ringan

Sementara itu, untuk menentukan kebutuhan kaso, rumus yang digunakan yakni:

(Luas Atap Miring x 4) / 6

Jumlah reng dapat dihitung dengan mengalikan jumlah kaso dengan 1.2.

Contohnya, sebuah hunian dengan panjang 12 meter, lebar 8 meter, dan overstek atap sepanjang 1 meter. Kemiringan atap sekitar 35 derajat. Bagaimana kebutuhan baja ringan cremona untuk hunian tersebut?

Langkah awalnya adalah menambahkan panjang dan lebar bangunan dengan overstek genteng:

Baca Juga :  Harga Coil Baja Ringan Mei 2024, Update Terbaru

Panjang = 12 + 1 + 1 = 14 m

Lebar = 8 + 1 + 1 = 10 m

Kemiringan = cos 35 = 0.819

Dengan rumus volume atap yang telah dijabarkan sebelumnya, hasil perhitungan kebutuhan baja ringan, kaso, dan reng untuk hunian tersebut adalah:

Volume = (14×10) / 0.819 = 171 m2

Kebutuhan Kaso = (171 x 4) / 6 = 114 batang kaso

Kebutuhan reng = 114 x 1.2 = 137 reng

Selain menghitung kebutuhan baja ringan, perhitungan kebutuhan genteng juga perlu dilakukan. Secara umum, perhitungan genteng dipengaruhi oleh ukuran genteng yang akan dipasang. Oleh karena itu, pastikan untuk mengetahui dimensi genteng yang akan digunakan.

Rangka atap memiliki peran penting dalam konstruksi bangunan. Cremona baja ringan menjadi opsi menarik karena kekokohannya dan tampilannya yang menarik. Selain itu, rangka atap ini dapat diterapkan pada berbagai jenis bangunan.

Kesimpulan

Dalam prinsipnya, baja ringan cremona memiliki keunggulan, terutama dalam pemasangan rangka atap. Diklaim memiliki kekuatan yang superior, tampilan estetis, dan fleksibilitas yang tinggi, cremona juga dapat digunakan dengan efektif pada berbagai jenis bentuk bangunan, termasuk cremona kanopi.

Meskipun memiliki kekokohan yang diakui, penggunaan metode cremona dalam merangkai rangka atap memerlukan perhitungan yang teliti dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan, guna menghindari potensi kesalahan pemasangan. Selain itu, pemilihan material baja ringan juga memegang peranan penting dan harus dipertimbangkan dengan seksama.

Semoga bermanfaat 🙂