Tips Cara Mengukur Kebutuhan Rangka Baja Ringan. Selain karena kualitas yang sangat baik, rangka baja ringan juga memiliki sejumlah keunggulan, termasuk soal harga. Untuk spesifikasi Kanal C 7,5 cm dengan ketebalan 0,75 mm, harga rangka baja ringan hanya sekitar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per m2. Dengan ukuran yang sama, harga rangka kayu bisa mencapai Rp206 ribu per m2.

Berfungsi sebagai penopang utama rumah, belakangan ini popularitas rangka kayu dikalahkan oleh rangka baja ringan. Keunggulan berikutnya terkait dengan perawatan rangka baja ringan yang lebih hemat. Pasalnya, material sudah dilengkapi lapisan antikarat dan tak bakal dimakan rayap. Selain itu, rangka baja ringan juga mudah dipotong dan dihubungkan memakai material penghubung, sehingga mempermudah penyambungan dan pembentukan.

Seiring perkembangan tren sektor konstruksi, baja ringan tidak hanya digunakan untuk bangunan-bangunan besar, seperti pabrik dan gudang.

Tips Cara Mengukur Kebutuhan Rangka Baja Ringan

Kini, perumahan pun menggunakan material baja ringan, terutama untuk rangka atap. Bahkan, kebutuhan baja ringan kian meningkat hingga menggeser kepopuleran kayu sebagai rangka atap.

Kepopuleran baja ringan di dunia konstruksi bukan tanpa alasan. Untuk rangka atap rumah, baja ringan dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Baca Juga :   Harga Atap Spandek Pasir Mei 2024 per Meter & per Lembar

Pertama, mudah dipasang. Karena memiliki bobot ringan, baja ringan menjadi lebih fleksibel dan mudah dipasang sesuai bentuk atap yang diinginkan.

Kedua, tahan api dan korosi. Material baja ringan BlueScope dengan lapisan pelindung karat aluminium zink 100 gr per m2. Kandungan ini membuat baja ringan tahan terhadap api dan korosi dibanding baja ringan lainnya.

Ketiga, tidak mudah lapuk. Berbeda dengan material kayu yang mudah dimakan rayap dan lapuk seiring warung berjalan, baja ringan justru lebih kuat dan tahan lama.

Keempat, harga terjangkau. Baja ringan BlueScope memiliki harga yang relatif terjangkau untuk penggunaan jangka Panjang karena dilindungi garansi ketahanan karat sampai 10 tahun.

Dengan berbagai keunggulan itu, baja ringan mulai dilirik untuk dipakai dalam pembangunan rumah minimalis, misalnya tipe 45, yang kerap ditinggali keluarga kecil atau pasangan muda.

Hal lain yang tak boleh diabaikan adalah penggunaan penutup atap, karena akan mempengaruhi ketebalan Kanal C. Jika menggunakan atap berbobot ringan seperti genteng metal atau asbes, dapat menggunakan Kanal C yang memiliki ketebalan 0,75mm.

Namun apabila memakai penutup atap dengan berat di atas 59 kg seperti genteng keramik, genteng tanah liat, atau genteng beton, disarankan menggunakan Kanal C berukuran 75×1 mm.

Baca Juga :   Video Cara Memasang Kanopi Baja Ringan Tanpa Tiang dan Contoh Model Inspirasi

Tips Cara Mengukur Kebutuhan Rangka Baja Ringan

Cara Menghitung Kebutuhan Rangka Baja Ringan

Saat membangun rumah, menghitung kebutuhan rangka baja ringan merupakan keharusan. Kebutuhan rangka baja ringan akan mempengaruhi biaya pembangunan dan material lainnya.

Untuk mengetahui volume rangka baja ringan yang dibutuhkan, dapat digunakan rumus berupa panjang bangunan ditambah overstek di kedua sisi, lalu dikalikan lebar bangunan ditambah overstek kedua sisi, atau cos a (kemiringan sudut atap).

Bila dihitung dengan perkiraan bangunan yang ada, misalnya suatu rumah memiliki panjang atap 8 meter dan lebar 10 meter dengan overstek 1 meter di setiap sisinya dengan kemiringan atap 30 derajat, maka perhitungannya adalah (8+1+1) x (10+1+1) atau (cos 30°= 0,866) = 10×12 atau 0,866 = 138 meter persegi.

Tips Cara Mengukur Kebutuhan Rangka Baja Ringan

Ragam Model Atap Menggunakan Rangka Baja Ringan

Memiliki sifat ringan dan mudah dibentuk, rangka baja ringan cocok diaplikasikan pada berbagai desain hunian yang membutuhkan kelenturan dan keunikan, misalnya desain atap melengkung.

Baca Juga :   Harga Coil Galvalume Bekasi 2024

Desain atap ini biasanya menggunakan perpaduan kaca dan baja ringan dengan warna mencolok, sehingga menimbulkan kesan unik dan cantik. Atap ini juga memiliki keunggulan untuk mampu menahan panas dengan penggunaan atap baja ringan.

Desain atap berikutnya yang juga cocok dengan rangka baja ringan adalah desain atap gambrel, yakni desain atap yang bersatu dengan tetap memperlihatkan bagian depan rumah. Keunggulannya, memberikan luas pada bagian atas rumah yang dapat digunakan untuk loteng penyimpanan barang.

Desain atap ketiga, adalah desain atap silicon yang fleksibel dan memiliki kemiringan curam untuk membantu pengaliran air hujan, sekaligus menghindari air mengendap pada atap. Selain tiga rekomendasi desain atap di atas, rangka baja ringan juga dapat digunakan untuk berbagai macam jenis atap rumah, sesuai dengan kebutuhan dan desain rumah yang diinginkan.

Tips Cara Mengukur Kebutuhan Rangka Baja Ringan

Semoga bermanfaat 🙂