Cara Hitung Kebutuhan Rangka Baja Ringan untuk Atap Rumah Minimalis Tipe 45. Kini, perumahan pun menggunakan material baja ringan, terutama untuk rangka atap. Bahkan, kebutuhan baja ringan kian meningkat hingga menggeser kepopuleran kayu sebagai rangka atap.


Seiring perkembangan tren sektor konstruksi, baja ringan tidak hanya digunakan untuk bangunan-bangunan besar, seperti pabrik dan gudang.

Kepopuleran baja ringan di dunia konstruksi bukan tanpa alasan. Untuk rangka atap rumah, baja ringan dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Cara Hitung Kebutuhan Rangka Baja Ringan untuk Atap Rumah Minimalis Tipe 45

Dewasa ini, penggunaan baja ringan dalam konstruksi rumah semakin digemari, terutama untuk membangun rangka atap. Adapun kelebihan baja ringan adalah lebih kuat dan tahan lama, serta mudah disambung dan didaur ulang.

Cara menghitung rangka atap baja ringan sebenarnya cukup mudah. Selain rangka atap, baja ringan biasanya digunakan untuk membangun pagar, pintu garasi, talang air, hingga kanopi rumah.

Karena itu, banyak orang yang menggunakan material ini sebagai rangka atap rumah. Lantas, bagaimana cara menghitung rangka atap baja ringan? Lalu, berapa pula biaya pasang dan harganya? Baca di bawah ini.

Keunggulan Baja Ringan

Pertama, mudah dipasang. Karena memiliki bobot ringan, baja ringan menjadi lebih fleksibel dan mudah dipasang sesuai bentuk atap yang diinginkan.

Kedua, tahan api dan korosi. Material baja ringan BlueScope dengan lapisan pelindung karat aluminium zink 100 gr per m2. Kandungan ini membuat baja ringan tahan terhadap api dan korosi dibanding baja ringan lainnya.

Ketiga, tidak mudah lapuk. Berbeda dengan material kayu yang mudah dimakan rayap dan lapuk seiring warung berjalan, baja ringan justru lebih kuat dan tahan lama.

Keempat, harga terjangkau. Baja ringan BlueScope memiliki harga yang relatif terjangkau untuk penggunaan jangka Panjang karena dilindungi garansi ketahanan karat sampai 10 tahun.

Dengan berbagai keunggulan itu, baja ringan mulai dilirik untuk dipakai dalam pembangunan rumah minimalis, misalnya tipe 45, yang kerap ditinggali keluarga kecil atau pasangan muda.

Baca Juga :  Coil Galvalume Import Berlisensi SNI

Cara Hitung Kebutuhan Rangka Baja Ringan untuk Atap Rumah Minimalis Tipe 45

Lantas, bagaimana cara menghitung kebutuhan rangka atap baja ringan untuk rumah minimalis tipe 45?

Sebelum menghitung kebutuhan baja ringan, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengukur rumah dan sudut kemiringan atap rumah.

Umumnya, rumah minimalis tipe 45 memiliki lebar 6 m dan panjang 7,5 m dengan overstek 1,5 m dan kemiringan atap Cos 35° atau 0,819.

Dengan demikian, panjang dan lebar bangunan bisa dihitung dengan rumus berikut.

  • Panjang bangunan = panjang rumah + (2 x panjang overstek) = 7,5+ (2 x 1,5) = 10,5 meter
  • Lebar bangunan = lebar rumah + (2 x panjang overstek) = (6 + (2 x 1,5) = 9 meter

Dari angka itu, volume atap bisa dihitung dengan rumus berikut.

Volume atap = (panjang rumah + panjang overstek di kedua sisi) x (lebar rumah + panjang overstek di kedua sisi)/derajat kemiringan atap

Jadi, volume atap baja ringan yang dibutuhkan adalah (10,5 x 9 )/0,819 = 115,384 atau sekitar 115 meter kubik

Kebutuhan kanal C dan reng

Saat memasang rangka baja ringan, kaso dan reng merupakan komponen penting yang juga perlu dihitung untuk mengetahui kebutuhan material yang digunakan. Perhitungan ini juga akan memudahkan Anda dalam penganggaran.

Perhitungan kanal C bisa menggunakan perhitungan berikut.

Jumlah kanal C = (volume atap x 4) / (panjang baja ringan per batang) = (115 x 4) / 6 = 460/6 = 76,7 (atau sekitar 77 batang kanal C)

Kemudian, untuk menghitung jumlah reng bisa menggunakan perhitungan berikut.

Jumlah reng = jumlah kaso x jarak pemasangan reng = 77 x 1,2 = 92,4 (atau sekitar 93 batang reng).

Itulah cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk pemasangan rangka pada rumah minimalis dengan tipe 45.

Adapun pemasangan rangka baja ringan dapat dilakukan oleh pekerja konstruksi berpengalaman. Sebab, pemasangan ini membutuhkan teknik khusus guna memastikan atap rumah tetap kokoh dan tahan lama.

Cara Hitung Kebutuhan Rangka Baja Ringan untuk Atap Rumah Minimalis Tipe 45

Baca Juga :  Distributor Jual Coil Galvalume Jawa Timur

Biaya Pasang Rangka Baja Ringan Atap

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari tahu rumus sederhana menghitung volume rangka atap baja ringan.

Masih ingat pelajaran waktu di bangku sekolah? Jika tidak, berikut rumus menghitung volume atap:

Volume = (panjang bangunan + overstek genteng (kedua sisi)) x (lebar bangunan + overstek genteng (kedua sisi)) / derajat kemiringan atap genteng (cos derajat)

Berdasarkan rumus tersebut, mari kita buat simulasi terkait cara menghitung rangka atap baja ringannya.

Umpamakan jika panjang atap rumah tersebut mencapai 12 meter, dengan lebar 15 meter dan 2 meter overstek di tiap sisinya.

Selain itu, kita andaikan saja bila kemiringan atap rumah tersebut mencapai 40 derajat.

Dengan spesifikasi di atas, kita dapat mengetahui volume rangka atap baja ringan adalah;

(12 + 2 + 2) x (15 + 2 + 2) / (cos dari 40 = 0,766) = 396 meter persegi

Untuk mengetahui harga atap baja ringan plus biaya pasangnya, berikut rumus perhitungan yang harus diketahui:

(volume atap rumah x harga baja ringan per m2) + (volume atap rumah x harga penutup atap per m2)

Lalu, mari kita simulasikan cara menghitung harga atap baja ringan beserta estimasi biaya pemasangan genteng secara keseluruhan.

Misalnya kamu memilih jenis baja ringan C100 dengan ketebalan 0,95 mm, yang dijual dengan harga Rp91 ribu.

Sementara, untuk harga gentengnya sendiri mencapai Rp90 ribu per meter persegi.

Jika demikian, cara menghitungnya adalah;

(396 m2 x Rp91 ribu) + (396 m2 x Rp90 ribu)

= Rp36.036.000 + Rp35.640.000

= Rp71.676.000.

Bagaimana, setelah membaca ulasan di atas, kamu sudah pahamkan cara menghitung rangka atap baja ringan?

Selain rangka atap, penting untuk menghitung kebutuhan material tambahan lain, seperti kaso, sekrup, dan jumlah genteng.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya, simak informasi berikut ini.

Cara Hitung Kebutuhan Rangka Baja Ringan untuk Atap Rumah Minimalis Tipe 45

Material Tambahan untuk Rangka Atap Baja Ringan 

Kaso dan Reng

Kaso dipakai untuk penopang plafon rumah dan proses pengecoran, sementara kayu reng digunakan sebagai dudukan genteng.

Baca Juga :  Harga Coil Spandek November 2023 Terbaru, Simak Perbandingan Galvalume, Spandek dan Alderon RS Trimdeck

Rumus yang dipakai untuk menentukan jumlah kaso adalah;

(Luas atap miring x 4 / 6) 

Jika luas keseluruhan yang didapat sebesar 396 meter persegi, maka perhitungannya;

(396 x 4) / 6 = 1.584 / 6 = 264 buah.

Sementara, rumus yang dipakai untuk menentukan jumlah reng tersebut adalah:

Banyak kaso x 1,2

Jika banyak kaso yang didapat sebelumnya berjumlah 264 buah, maka perhitungannya adalah;

264 x 1,2 = 316,8 atau jika dibulatkan menjadi 317 buah.

Genteng

Rumus yang dipakai untuk menghitung kebutuhan genteng adalah;

Luas atap miring x 1,62.

Jika luas atap miring adalah 396 meter persegi, maka perhitungannya;

396 x 1,62 = 641,52 atau 642 lembar genteng.

Sekrup

Terdapat dua jenis sekrup yang digunakan dalam membangun rumah, yaitu sekrup genteng dan sekrup baja ringan.

Rumus yang dipakai untuk menghitung jumlah sekrup genteng adalah;

jumlah genteng x 12.

Kita asumsikan jika jumlah genteng yang dibutuhkan sebanyak 642 lembar, maka perhitungannya adalah:

642 x 12 = 7.704 buah.

Sementara rumus yang dipakai untuk menghitung jumlah sekrup baja ringan, yaitu:

luas atap miring x 20.

Jika luas rangka atap 396 meter persegi, maka perhitungannya menjadi;

396 x 20 = 7.920 buah.

Maka, total keseluruhan jumlah sekrup yang dibutuhkan adalah sebanyak 15.000 buah.

Cara menghitung rangka atap baja ringan memang tidak mudah, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melakukannya.

Cara Hitung Kebutuhan Rangka Baja Ringan untuk Atap Rumah Minimalis Tipe 45

Semoga bermanfaat 🙂

Sumber : https://biz.kompas.com/